22:46:10
Udahlah... kayak kesannya aku maksa bgt buat balikan. Ngga kok. Aku ikutin maunya kamu aja, yang penting kamu seneng. Aku udah biasa kok sakit demi kebahagiaan kamu. Aku sayang sama kamu, aku cuma mau kamu seneng, aku ga peduli seberapa sakitnya hati aku, yang penting kamu bisa dapetin apa yang kamu mau.
22:50:51
Kalo kamu mau cari yang lain juga ga apa apa :') kan yang penting kamu seneng
22:56:18
Kamu emang punya 1000 alesan buat nolak keberadaanku, ga apa-apa aku terima kok :') Aku cuma pengen liat kamu seneng, kamu dapet apa yang kamu inginkan :) walaupun sebenernya aku sakit :') tapi tenang... ga usah peduliin aku, aku pasti baik-baik aja kok :')
23:00:38
Aku udah kebal kok disakitin :) ga apa-apa. Aku yakin kok suatu saat nanti kamu akan ngerti. Kalo kamu ngerti, kamu pasti gak akan egois lagi :') semoga...
Sabtu, 08 Desember 2012
haruskah bertahan?
Aku tidak mengerti tuhan, mengapa aku diperintahkan untuk mencintainya? Tapi mengapa engkau tidak menyatukan kami dalam suatu hubungan?
Kenapa aku yang engkau perintahkan? Padahal aku tidak secantik mereka yg ia kenal, aku tidak secerdas mereka yang ia kenal, aku tidak sedewasa mereka yang ia kenal, tapi kenapa aku yang harus mencintainya? Aku tidak memiliki kelebihan apa-apa dibanding mereka tuhan... aku rapuh, cengeng, kekanak kanakan katanya.
Tuhan aku mencintainya... sampai aku tak peduli sesakit apa hatiku ini. yang aku tau dan yang aku mau, ia bahagia dengan pilihannya sendiri . Haruskah aku tetap bertahan? bercerita, bergurau, menyayangi dan mencintai hambamu yang satu ini? atau haruskah aku pergi? namun tak mungkin bagiku tuk berhenti dan lupakannya tuhan....
Engkau lah yang maha adil, aku hanya bisa berharap, semoga semua mendapat porsinya masing-masing scara adil dan itulah yang terbaik
Rabu, 05 Desember 2012
Pagar Jiwa
IBU ku selalu
mengatakan padaku agar aku menjaga hati ku supaya tidak patah.
Percayalah, aku berusaha keras menjaganya agar tidak tergores segaris
pun. Hati bagai pagar rumah, dia melindungi segalanya.
Ketika aku
mengenal kekasih, ku buat ia berjanji untuk selalu menjaga hatiku. Tapi
mulut memang lancar berdusta. Hari berlarian cepat, memberiku kebahagian
yg kemudian kutahu semuanya ternyata hanya cahaya teramat remang.
Kekasihku meniastaiku. Dia tidak hanya menggoreskan baret yg teramat
dalam, dia pun tega mematahkannya. Hatiku penyok, tak dapat berbentuk
seprti sediakala.
Pada purnama kesembilan, hari kelima belas, pertengahan tahun. Ada seorang sahabat, dia mendampingiku, memegang tanganku, dan membelai air mataku. Katanya padaku
"jangan menangis, jangan kehilangan arah. Hatimu sangat indah, cantik, bercahaya, dan rapuh. Tak heran bnyak pencuri yg hendak merusak pagar jiwamu" senyumnya meneduhkan. Kutelan butir2 harapan yg jatuh dari bibirnya. Katanya padaku, dia dapat merapihkan hatiku kembali.
*Aku tak pernah menyalahkan perlakuanmu ini. Aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana, sejak kapan, atau dari mana. Aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan. Aku mencintai sprti ini, karna tak ada cara lain untuk mencintai* ~clara Ng
Pada purnama kesembilan, hari kelima belas, pertengahan tahun. Ada seorang sahabat, dia mendampingiku, memegang tanganku, dan membelai air mataku. Katanya padaku
"jangan menangis, jangan kehilangan arah. Hatimu sangat indah, cantik, bercahaya, dan rapuh. Tak heran bnyak pencuri yg hendak merusak pagar jiwamu" senyumnya meneduhkan. Kutelan butir2 harapan yg jatuh dari bibirnya. Katanya padaku, dia dapat merapihkan hatiku kembali.
*Aku tak pernah menyalahkan perlakuanmu ini. Aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana, sejak kapan, atau dari mana. Aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan. Aku mencintai sprti ini, karna tak ada cara lain untuk mencintai* ~clara Ng
Mengertilah
Tuhan, terimakasih engkau masih mengizinkan aku memeluknya :)
Kasih... Memelukmu dalam doa adalah kebahagian batinku. Menatapmu adalah kehangatan bagi hatiku. Mengingatmu selalu buat aku meneteskan butiran air cinta dipelupuk mataku. Terimakasih wahai kekasih hatiku... kasih sayang yang kau berikan membuat aku merasa lebih bermakna. Terimakasih cinta.. engkau telah mengajarkan ku banyak hal, termasuk 'luka'. luka yang kau berikan membuat hatiku lebih tegar dan kokoh :') lihatlah diriku ini cinta! aku mampu berdiri kokoh, sendiri. Sekilas aku memang terlihat rapuh, namun selamilah dulu hatiku sayang... maka kau akan tau seberapa kokoh dan lembutnya pagarjiwa ini. Hanya Tuhan yang tau seberapa tulusnya aku. Aku bukan sedang berpuisi atau sekedar gombal, namun ini lah apa adanya aku.
Ketahuilah,
*Aku tak pernah menyalahkan perlakuanmu ini. Aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana, sejak kapan, atau dari mana. Aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan. Aku mencintai sprti ini, karna tak ada cara lain untuk mencintai ~clara Ng*
Mengertilah sayang... Aku mencintaimu
Kasih... Memelukmu dalam doa adalah kebahagian batinku. Menatapmu adalah kehangatan bagi hatiku. Mengingatmu selalu buat aku meneteskan butiran air cinta dipelupuk mataku. Terimakasih wahai kekasih hatiku... kasih sayang yang kau berikan membuat aku merasa lebih bermakna. Terimakasih cinta.. engkau telah mengajarkan ku banyak hal, termasuk 'luka'. luka yang kau berikan membuat hatiku lebih tegar dan kokoh :') lihatlah diriku ini cinta! aku mampu berdiri kokoh, sendiri. Sekilas aku memang terlihat rapuh, namun selamilah dulu hatiku sayang... maka kau akan tau seberapa kokoh dan lembutnya pagarjiwa ini. Hanya Tuhan yang tau seberapa tulusnya aku. Aku bukan sedang berpuisi atau sekedar gombal, namun ini lah apa adanya aku.
Ketahuilah,
*Aku tak pernah menyalahkan perlakuanmu ini. Aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana, sejak kapan, atau dari mana. Aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan. Aku mencintai sprti ini, karna tak ada cara lain untuk mencintai ~clara Ng*
Mengertilah sayang... Aku mencintaimu
Selasa, 04 Desember 2012
sampah kertas
Aku hanya lembaran sampah kertas yang hanya menyulitkan mu, kamu harus repot-repot mengoyak ku, bahkan membakarku agar aku jauh dari kehidupan mu.
Aku sadar, aku hanya sampah kertas yang pernah kau tuliskan dengan harapan cinta, cita-citamu dan penolakanmu terhadap cinta yang ada di depan mu.
Aku hanya kertas yang pernah kau warnai dengan pelangi hingga akhirnya kau warnai aku dengan kelabu.
Aku rapuh, jangan kasari aku dengan mengoyak hingga membakar ku menjadi abu.
Aku memang hanya lembaran sampah kertas, namun berpikirlah.... jika kau bisa menghargaiku dan menjadikan ku indah, maka kau bisa menjadi bangga & hebat atas usahamu memperindah aku.
Namun jika kau hanya berpikir aku hanya sampah yang harus kau singkirkan, sungguh kamu akan menyesal.
Langganan:
Komentar (Atom)