Aku hanya lembaran sampah kertas yang hanya menyulitkan mu, kamu harus repot-repot mengoyak ku, bahkan membakarku agar aku jauh dari kehidupan mu.
Aku sadar, aku hanya sampah kertas yang pernah kau tuliskan dengan harapan cinta, cita-citamu dan penolakanmu terhadap cinta yang ada di depan mu.
Aku hanya kertas yang pernah kau warnai dengan pelangi hingga akhirnya kau warnai aku dengan kelabu.
Aku rapuh, jangan kasari aku dengan mengoyak hingga membakar ku menjadi abu.
Aku memang hanya lembaran sampah kertas, namun berpikirlah.... jika kau bisa menghargaiku dan menjadikan ku indah, maka kau bisa menjadi bangga & hebat atas usahamu memperindah aku.
Namun jika kau hanya berpikir aku hanya sampah yang harus kau singkirkan, sungguh kamu akan menyesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar